Masih Pantaskah Blackberry Z10 Digunakan di Tahun 2015 ?

11/03/2015  |  By:   |  Tekno News  |  No Comment   //   17514 Views
Blackberry Z10

Blackberry Z10

Biasanya kemunculan smartphone baru akan ditandai dengan rumor tentang bagaimana desain, spesifikasi, dan fitur baru yang akan rilis. Hingga waktu perilisannya sebuah perangkat akan dipromosikan besar – besaran baik melalui iklan resmi, acara perilisan yang megah, atau munculnya ulasan – ulasan oleh para pakar gadget seluruh dunia. Tapi bagaimana jika waktu tersebut telah berlalu? Sangat sedikit sekali artikel atau ulasan yang membahasnya hanya untuk sekedar menginformasikan, seberapa pantaskah gadget tersebut digunakan setelah hingar bingarnya berakhir? Untuk itu kali ini mari kita lihat bagaimana BlackBerry Z10 sebagai BlackBerry OS10 pertama yang di rilis 2 tahun lalu untuk digunakan di tahun 2015 ini, hanya di Teknoologia.com

BlackBerry Z10 dirilis pada bulan Januari tahun 2013 sebagai penanda langkah baru BlackBerry dalam industri smartphone. Research In Motion yang saat itu dipimpin oleh CEO Thorsten Heins mengganti nama perusahaannya dari RIM menjadi BlackBerry, sebuah langkah yang menyertai perilisan perangkat baru BlackBerry Z10 dengan OS segar yang mengejutkan banyak pihak.

BlackBerry Z10 dipersenjatai dengan prosesor TI OMAP atau Qualcomm Snapdragon dual core 1,5 Ghz, GPU Adreno 225, 2GB RAM, dan 16GB ROM yang bisa diperluas dengan SD Card hingga 64GB. Kamera utama 8 MP mampu mengabadikan gambar dengan cukup baik dilengkapi dengan kemampuan time shift yang dapat memaksimalkan hasil foto mendapatkan momen terbaik. Kamera depan 2 MP cukup bagus untuk selfie dan video call baik dengan BBM maupun aplikasi pihak ketiga. Walaupun begitu hasil gambar kedua kamera di BlackBerry Z10 tidak dapat dikatakan cemerlang untuk mengambil gambar dalam keadaan lowlight. Noise yang banyak serta hasil buram di kamera depan bisa dibilang mengecewakan, namun adanya flash cukup membantu pengambilan gambar dengan kamera belakang menjadi lebih baik walaupun tidak dapat dikatakan sangat bagus. Layar BlackBerry Z10 beresolusi 768 x 1280 pixels dengan kerapatan pixel ~355ppi menghasilkan gambar sangat jernih. Layarnya dapat menampilkan UI yang detail dan Indah, serta sangat baik untuk memainkan video dan bermain Game HD sekalipun.

BlackBerry Z10 dengan BBOS 10 memberi kemudahan bagi pengguna dengan fitur swipe gesture miliknya. Dengan gerakan sapuan dari luar layar memberikan banyak fungsi untuk mengoperasikan perangkat BlackBerry Z10. Fitur utama yang memudahkan pengguna BlackBerry Z10 terutama dari kalangan bisnis adalah BlackBerry Hub yang menempatkan semua pesan dan notifikasi yang masuk pada satu tempat namun tetap terorganisir. Tidak kalah menarik juga adalah BlackBerry keyboard yang sangat sempurna disematkan dalam sebuah full touchscreen keyboard. Dengan fitur word-suggestion yang memberikan kemudahan bagi pengguna sehingga kejadian typo bisa dihindari.

BlackBerry Z10 di tahun 2013 belum mampu mengapalkan perangkatnya dalam jumlah yang memuaskan. BlackBerry Z10 yang hanya mampu menjual 2,7 juta perangkat dalam waktu 6 bulan sejak dirilisnya tentu tidak memberikan keuntungan bagi BlackBerry. Dalam kepemimpinan Thorsten Heins, BlackBerry mengalami kerugian yang tidak sedikit dan penurunan harga saham di lantai bursa. Lalu apakah BlackBerry Z10 yang tidak mampu meraih kejayaan di tahun perilisannya masih pantas digunakan di tahun 2015 ini?

BlackBerry merilis dua perangkat baru di penghujung tahun 2014 yaitu BlackBerry Passport dan BlackBerry Classic. Keduanya cukup mendapat perhatian dari para penggemar BlackBerry di seluruh dunia. Bersamaan dengan itu pula BlackBerry merilis BBOS 10 terbaru OS 10.3.1 yang memberikan update signifikan bagi semua perangkat BB 10, termasuk BlackBerry Z10. Dengan update OS 10.3.1 di tahun 2015 ini BlackBerry Z10 mendapatkan kemampuan jauh lebih baik walau dengan hardware yang masih serupa di tahun 2015. Kemampuan menjalankan aplikasi android dengan runtime 4.3 membuat BlackBerry Z10 layaknya sebuah perangkat android dengan OS jelly bean. Pengguna hanya tinggal mendownload file berekstensi apk dan menginstalnya seperti smartphone android. Bagi pengguna awam yang kurang memahami tentang bagaimana menginstal aplikasi android dengan cara ini, BlackBerry 10.3.1 sudah dilengkapi dengan amazon appstore. Pengguna bisa menginstal aplikasi android langsung dari amazon appstore seperti menginstal dari BlackBerry World. Bagi pengguna advance juga bisa melakukan sideload aplikasi SNAP atau 1mobile sebagai pengganti Google Playstore untuk menginstal aplikasi android di perangkat BlackBerry Z10 langsung dari playstore milik google.

Penggemar gadget sepakat bahwa kekurangan BlackBerry ada pada minimnya jumlah aplikasi di BlackBerry, dan BlackBerry bisa melihat hal ini. Dengan kemampuan menjalankan aplikasi android, BlackBerry sudah bisa menutupi kekurangan akan minimnya aplikasi sehingga fan-base mereka bisa bertambah. Dengan banyaknya aplikasi media sosial di tahun 2015 ini, seperti instagram, path, dan LINE, BlackBerry Z10 sudah bisa memenuhi kebutuhan akan hal ini terutama untuk para pengguna berusia muda yang gemar eksis. Kemampuan foto kasual pun sudah cukup untuk sekedar selfie atau posting liburan di media social. Bagi mereka yang senang bermain game pun, BlackBerry world sudah mencukupi dengan banyaknya Game HD dan pilihan game tambahan dari Android, untuk sekedar bermain game yang sedang trend saat ini seperti Clash of Clans pun BlackBerry Z10 sudah sangat memenuhi kebutuhan tersebut.

Dengan perkembangan OS dan dukungan penuh BlackBerry bagi perangkat BB10 lama di tahun 2015 ini justru BlackBerry Z10 menjadi semakin mutakhir. Ditambah harga yang sudah jauh lebih murah daripada saat dirilisnya, memiliki BlackBerry Z10 di tahun 2015 menjadi nilai lebih tersendiri. Walaupun penggunaan aplikasi android terkadang tidak senyaman menggunakan langsung di perangkat android, BlackBerry Z10 sudah cukup mengatasi masalah minimnya aplikasi pada perangkatnya, paling tidak BlackBerry sudah memiliki akses kepada aplikasi – aplikasi populer. Namun sayang, pengembangan OS itu tidak disertai mampunya BlackBerry berjalan dalam koneksi 4G LTE yang sedang berkembang di Indonesia. Seri STL100-1 yang didistribusikan melalui garansi resmi di Indonesia, tidak memiliki kemampuan terhubung ke Jaringan 4G LTE. Sedangkan seri yang lain di luar jalur distribusi resmi, memiliki pita koneksi yang berbeda dengan 4G LTE milik provider dalam Negeri. Kemampuan hebat virtual keyboard milik BlackBerry Z10 pun terasa kurang optimal dengan bahasa Indonesia, tidak seperti digunakan dalam bahasa Inggris. Meskipun begitu, untuk pengguna di segmen Bisnis, adanya update BBOS 10.3.1 semakin meningkatkan kemampuan BlackBerry Hub, email, reminder, organizer, di BlackBerry serta fasilitas keamanan BlackBerry yang belum ada tandingannya masih menjadi prioritas kalangan pebisnis dan politikus. Jadi bagi anda pengguna bisnis atau penggemar hiburan, apakah pantas memiliki BlackBerry Z10 di 2015? Anda yang memutuskan.

Informasi terkait:

About the Author :

Leave a reply