Komisi VI DPR RI minta BUMN Mengaborsi Perjanjian Penjualan PT Mitratel

22/05/2015  |  By:   |  Tekno News  |  No Comment   //   426 Views

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – Komisi VI DPR RI angkat bicara dan meminta Kementerian BUMN untuk mengaborsi perjanjian penjualan PT Mitratel. Proses tukar guling saham ini telah disetujui bersama oleh PT Telkom dan PT Tower Bersama Infrastruktur, Tbk pada 9 Oktober 2014 lalu.

Direktur Keuangan Telkom, Heri Sunaryadi pun ikut berkomentar terkait kasus tukar guling saham yang merugikan Negara ini. Ia meminta agar kedua belah pihak melakukan Comply, sebab Mitratel sekarang sudah memiliki perjanjian dengan TBIG.

“Mitratel sekarang sudah ada perjanjian dengan pihak yang ingin share swap. Sekarang jalankan dulu perjanjian itu dengan sesuai. Selanjutnya kita tunggu proses Comply dari compliance yang ada saja.” Ungkapnya saat melakukan Konferensi Pers di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (20/05/2015).

Heri pun menhimbau agar PT. Telkom tetap patuh pada perjanjian dan semua keputusan yang ada dalam surat persetujuan tersebut. Di samping itu, Heri pun masih tergelagap ketika ditanyakan perjanjian ini akan dibatalkan atau dilanjutkan.

“Saya tidak bilang bahwa akan melanjutkan perjanjian tersebut. Saya hanya ingin comply terhadap peraturan yang telah dibuat bersama. Itu saja. Jadi, direksi hanya ingin comply terhadap aturan  dan agreement dengan pihak mana pun.” Jelasnya ketika ditekan ditekan pertanyaan oleh media.

Kejadian pada 9 oktober 2014 silam ini tentunya sangat merugikan Negara. Pasalnya perjanjian ini terindikasi suap dan korupsi. Bukan hanya itu, Telkom akan kehilangan kendali sepenuhnya atas Mitratel. Penjualan 49% saham Mitratel  juga disertai dengan persetujuan  Telkom untuk  melepas kendali manajeman ke TBIG, padahal Telkom masih memegang saham terbesar, yaitu 51%.

Baca juga PT. Telkom Indonesia Obral Mitratel

About the Author :

Writer at Teknoologia.com

Leave a reply