Jammer Dinilai Mampu Redam Bisnis Narkoba dalam Lapas

02/06/2015  |  By:   |  Tekno News  |  No Comment   //   500 Views

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – Teknologi Jammer dinilai mampu untuk meredam aktivitas peredaran narkoba di balik Lapas. Hal ini dikemukakan oleh Pratama Persadha, Pakar Keamanan Cyber dan Komunikasi Indonesia bersamaan ketika Menkumham melakukan sidak di Lapas Banceuy, Jumat (29/5/2015).

Hasil dari sidak yang dilakukan oleh Menkumham tersebut berhasil menyita sekitar 48 smartphone dan berbagai macam jenis narkoba. Ditemukannya smartphone dalam Lapas inilah yang kemudian memunculkan berbagai macam tanggapan.

Beberapa pihak menganggap bahwa bisnis haram tersebut masih tetap dilakukan oleh bandar di dalam Lapas dengan sentuhan smartphone. Hal ini diperkuat dengan data BNN yang menyatakan bahwa 70% peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan dari dalam Lapas.

“Kemenkumham perlu melakukan pendekatan teknologi di dalam Lapas. Jadi, jangan hanya melarang pemakaian smartphone saja. Tapi gunakan teknologi pengacak sinyal atau Jammer dan sinyal detector.” Ungkap Pratama Persadha.

Jammer ini berfungsi untuk mengganggu komunikasi masyarakat di sekitar Lapas. Akan tetapi kekurangan sumber daya seperti fasilitas dan infrastruktur ini menyulitkan pihak Lapas untuk memasang Jammer yang canggih.

“Teknologi Jammer sudah ada sejak lama. Seharusnya kekuatan Jammer ini bisa disesuaikan dengan besar dan luasnya sel tahanan dan nanti dikendalikan langsung oleh command center. Tentu ini akan menghambat komunikas para gembong narkoba.” Tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga RIset CISSReC (Communication and Information System Security Research Center).

Konsep keamanan dalam Lapas ini ternyata sudah matang dipikirkan oleh Pramata. Ia menambahkan bahwa keberadaan command center nantinya digunakan sebagai sarana untuk mengkontrol penggunaan Jammer dan signal detector.

“Dengan penggunaan Jammer, signal detector, dan CCTV tentu akan melumpuhkan bisnis para gembong narkoba di dalam Lapas.” Papar Pratama.

Pratama pun kembali menambahkan bahwa untuk menjaga keamanan dari sistem tersebut perlu disisipkan teknologi enkripsi. Kemudian, untuk menjaga independensinya, command center bisa dikelola bersama oleh Polri, Kemenkumham, BNN, dan Lembaga Sandi Negara.

About the Author :

Writer at Teknoologia.com

Leave a reply