Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Mafia Mobil Listrik

16/06/2015  |  By:   |  Tekno News  |  No Comment   //   452 Views

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – Kejaksaan Agung tetapkan dua tersangka dalam kasus penyimpangan pengadaan 16 unit mobil listrik. Kasus penyimpangan pengadaan mobil listrik ini melibatkan 3 BUMN terkait dan merugikan negara sebesar Rp.32 miliar.

“Jaksa Satgassus telah menetapkan DA dan AS sebagai tersangka. Salah satu diantara mereka adalah mantan pejabat di Kementerian BUMN.” Ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T. Spontana.

Tersangka berinisial DA merupakan Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi. Perusahaan yang dinahkodai oleh Dasep ini merupakan salah satu pihak swasta yang turut serta mengerjakan proyek mobil listrik ini.

Kemudian, tersangka lainnya yang berinisial AS merupakan Direktur Utama dari Perum Perikanan Indonesia. AS yang merupakan kepanjangan dari Agus Suherman ini dijadikan tersangka karena ia terlibat kasus ini sejak menjabat di Kementerian BUMN pada tahun 2011 silam.

Kasus penyelewengan dana pengadaan mobil listrik ini pun turut menyeret 4 orang saksi lain, diantaranya Dahlan Iskan selaku mantan Menteri BUMN, Sofyan Basir selaku mantan Dirut Bank BRI 2013-2014, Ahmad Baiquni selaku mantan Direktur Keuangan BRI 2013-2014, dan Santiaji Gunawan selaku Kepala Departemen Hubungan Kelembagaan PT PGN.

Kasus ini bermula ketika Dahlan Iskan menugaskan sejumlah BUMN untuk menjadi sponsor pengadaan mobil listrik untuk mendukung operasional konferensi APEC 2013 di Bali pada 2013. Pasca event internasional tersebut, mobil listrik sudah tidak dapat digunakan sehingga 16 mobil listrik tersebut dihibahkan ke UI, ITB, UGM, Unibraw, dan Universitas Riau.

Akibatnya, tiga perusahaan dalam negeri yang ikut dalam pengadaan proyek mobil listrik ini mengalami kerugian. Namun, masih belum diketahui berapa besar kerugian yang dialami oleh ketiga BUMN ini.

Informasi terkait:

About the Author :

Writer at Teknoologia.com

Leave a reply