Tools-Tools Menjadi Seorang Jurnalisme Data

16/06/2015  |  By:   |  Tekno News  |  No Comment   //   482 Views

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – ┬áDalam salah satu sesi di ajang World Conference of Science Journalists (WCSJ) 2015 di Seoul pada Rabu (10/6/2015), Hirufumi Abe seorang jurnalis hebat dari NHK yang selain bekerja sebagai wartawan, dirinya juga sebagai pakar statistik. Dalam ajang tersebut Abe menceritakan pengalamannya menyajikan laporan tentang dampak gempa dan bencana nuklir Fukushima pada tahun 2011.

Abe menceritakan bagaimana dirinya mengumpulkan data transaksi dibeberapa supermarket di Tokyo setelah kejadian gempa tersebut sampai seminggu sesudahnya hingga menganalisis data populasi orang yang memiliki smartphone.

Hasil dari analisis yang dilakukan, Abe menemukan bahwa penjualan air meningkaat tajam sehari setelah terjadi gempa. Kemudian sempat terjadi penurunan selama jangka waktu enam hari sesudahnya, lalu penjualan air kembali mengalami peningkatan pada hari ke tujuh setelah gempa.

Dari hasil pengambilan data, Abe menyimpulkan situasi Tokyo pasca gempa dimana warganya mengalami kekhawatiran mengenai sumber daya air.

Pekerjaan yang mencari dan mengikuti update terbaru dengan menganalisis data untuk menggali sebuah realita kini menjadi tren baru dalam jurnalisme dan menciptakan genre baru disebut jurnalisme data.

Jurnalisme data menjadi terfokus pada sophisticated seiring dengan banyaknya data di internet yang disebut big data. Sehingga dapat memicu perkembangan tools untuk mengummpulkan dan menganalisis data. Analisis nanti akan bergantung pada kejelian terhadap angka dan kemahiran menggunakan tools pada komputer.

Banyak tools yang mendukung analis data seperti tools Pivot Table dalam Microsoft Excel yang sangat ampuh digunakan untuk menganalisis data dengan mudah dan dapat digunakan oleh pemula walaupun tools ini merupakan salah satuu tools lama yang masih berguna.

Tentang tools, Justin Mayo, data journalist dari Seattle Times, memaparkan, beragam tools untuk analisis data kini tersedia, seperti Google Refine untuk “membersihkan” data, Phyton yang berperan dalam coding, serta Cometdocs untuk mengubah format data untuk dianalisis.

Untuk proses yang dimiliki jurnalisme data ini bersifat proses permanenan data yang difokuskan kepada penggunnaan program atau kode tertentu untuk memanen data dari media sosial.

Dari segi visualisasinya, telah berkembang beragam perangkat seperti Storify yang gratis dan mudah dioperasikan. Selain itu adapula Adobe Voice yang memungkinkan pembuatan digital storytelling dengan tablet atau smartphone.

Baca Juga : Kamera Oppo Seri N3 Cocok Untuk Fotografi

About the Author :

Leave a reply