Kominfo Gencar Desak Regulasi Iklan Online Asing

07/05/2015  |  By:   |  Events  |  No Comment   //   432 Views

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – Kominfo┬ádesak untuk meregulasi iklan pada media online khususnya iklan asing mengingat maraknya pemasangan iklan pada media online. Perihal ini didukung penuh oleh Menteri Keuangan (Menkeu) dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak.

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan bahwa pihaknya telah membicarakan perihal regulasi iklan pada media online asing kepada Menkeu dan Dirjen Pajak. Sudah rahasia umum, pendapatan yang diperoleh dari pemasangan iklan dinilai cukup besar dan apabila regulasi iklan asing di terapkan maka akan sangan menguntungkan pemasukkan negara Indonesia. Bisa dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar yang bergantung pada media online.

Menanggapi desakan regulasi iklan asing pada media online yang dilakukan kominfo, perusahaan asing dihimbau untuk berbadan hukum dan mendirikan perusahaan di Indonesia dengan membayar pajak berupa mata uang rupiah. Sementara ini, beberapa perusahaan asing telah membangun perwakilan kantor di Indonesia salah satunya Twitter, CEO Twitter Dick Costolo berkunjung ke Indonesia.

Tindakan yang dilakukan kemenkominfo memaksa para penyedia jasa online asing yang memperoleh keuntungan di Indonesia untuk berbadan hukum ditanggapi positif oleh beberapa pengamat karena dengan adanya regulasi ini diharapkan mampu membuat Indonesia menghasilkan pendapatan dari perkembangan media online.

Ketua Dewan Pakar Indonesia ICT Forum, Teguh Prasetya mengatakan, perusahaan penyedia jasa online luar negeri semacam Facebook, Twitter dan Youtube selayaknya turut membuka infrastruktur mereka di Tanah Air.

Kominfo diiharapkan dengan adanya rencana penegasan terhadap iklan online asing, negara tidak dirugikan mengingat masyarakat Indonesia merupakan konsumen terbesar yang bergantung pada Internet. Lalu, feedback apa yang akan diberikan oleh Menkominfo terhadap perusahaan asing yang berkenan membayar pajak iklan di Indonesia? Apakah akan terlindungi Sistem Keamanan mereka?

 

About the Author :

Leave a reply