Pajak Grab Taxi Masih Dipertanyakan !

21/06/2015  |  By:   |  Startups  |  No Comment   //   716 Views

TEKNOOLOGIA.com, Jakarta – Jika Go-Jek penghubung antar ojek, penyedia aplikasi penghubung taksi yaitu Grab taxi mengaku perusahaannya berkomitmen untuk berkontribusi ke pemerintah dan perusahan lokal.

Kantor pusat Grab Taxi yang berlokasi di Singapura mengatakan akan terus memberi pemasukan bagi kas negara. Tak dipungkuri startup saat ini sedang berkembang di Indonesia.

Head of marketing PT Grab Taxi Indonesia, Kiki Rizki mengatakan bahwa kontrribusi ke pemerintah itu ada yaitu pajak. Kemudian kiki menegaskan bahwa pajak yang disetor adalah pajak personal bukan pajak Grabb Taxi (perusahaan).

Menurut sumber dari Kiki Rizki bahwa pajak Grab Taxi yang dibayarkan selama ini berasal dari uang pengemudi karena perusahaan itu sendiri belum mendapatkan pemasukkan. Pajak bergantung pendapatan pengemudi.

Pajak personal yang diterapkan disini yaitu pajak pendapatan pengemudi. Jadi apabila pengemudi sudah memiliki keluarga maka pajaknya akan termasuk dengan pajak anggota keluarga, begitupun sebaliknya jika pengemudi masih bujang.

Besarnya pajak pribadi pengemudi ditentukan juga dengan besarnya oendaoatan dan bonus si pengumudi saat menjadi sopir Grab Taxi.

Mengenai pajak Grab Taxi, pihaknya mengakui bahwa memang belum membayarkan pajak kepada pemerintah. Alasannya, Grab Taxi belum memiliki pemasukan.

Layanan Grab Taxi ini merupakan perusahaan yang masih dalam tahap investasi. Sehingga Grab taxi sendiri tak menarik pendapatan dari setiap order yang dijalankan pengemudi Grab Taxi.

Baca Juga : Ingin Buat Startup ? Inilah Tips Dirikan Startup Sukses

About the Author :

Leave a reply